Thursday, March 20, 2014

Legenda Riam Sabang


Oleh Hendrikus Ch

Di sebuah kampung, bernama Riam Sabang, hidup sekelompok masyarakat Dayak. Mereka berdampingan, sehingga rejeki mudah didapat, alam adalah segala-galanya bagi mereka.

Dinamakan Riam Sabang, karena sungai Semandang, dekat kampung mereka tedapat sebuah Riam (Jeram).

Di hulu Jeram terdapat sebuah teluk, berisi seekor ikan Tilan Merah (Sili) Raksasa, (Fire Spinny Eel) bahasa latinnya (Mastacembelus erythrotaenia). Masyarakat setempat memberi nama Tilan Sabang. Karena teluk tersebut tepinya ditanami Sabang, dan merupakan tempat mandi masyarakat kampung.

Antu Gergasi, Cerita Dayak Mualang


Di suatu kampung yang terletak di dekat bibir Rimba belantara yang amat lebat serta tanahnya yang subur makmur dan tidak akan kekurangan segala sumber makan serta dikelilingi oleh banyak aliran sungai, hiduplah sebuah keluarga muda sepasang suami istri.

Nama kepala keluarga muda ini ialah Demong Ranjuk dan istrinya yang cantik jelita dan ketika itu sedang mengandung anaknya yang pertama. Walau tidak disebutkan namanya, istri Demong Ranjuk yang rupawan ini memiliki rambut lurus, mata bening indah, bibir merak merekah, pipinya selalu merah apabila terkena sinar matahari bagaikan kena getah kayu rengas.

Thursday, September 20, 2012

Tiga Permintaan


Pada suatu waktu, di sebuah desa tinggallah seorang pertapa sakti bersama muridnya yang setia. Murid tersebut telah mengabdi selama 30 tahun kepada gurunya tersebut. Kini adalah saat-saat terakhir hidup gurunya yang telah sakit-sakitan. Maka pada suatu hari, ia memanggil muridnya tersebut dan berkata, "Umurku sudah tidak akan lama lagi. Engkau telah sangat berjasa kepadaku karena telah mengabdi dan setia menjadi pengikutku. Sebelum aku mati, aku ingin mengabulkan sebuah permintaanmu. Pulanglah, dan pikirkanlah baik-baik, lalu besok datanglah lagi padaku dan katakan keinginanmu."

Sang murid sangat senang mendengarnya, maka sepulang dari rumah gurunya ia mendatangi ibunya. Ibunya menderita kebutaan selama bertahun-tahun sehingga ibunya berkata kepada anaknya untuk memintakan pada pertapa tersebut agar ibunya bisa melihat kembali. Lalu sepulangnya dari rumah ibunya, ia pun pulang menemui istrinya. Ia dan istrinya sudah bertahun-tahun mengharapkan kehadiran anak sehingga akhirnya sang istri berkata kepada suaminya untuk memintakan agar mereka dapat memiliki anak.